Rabu, 18 Mei 2011

Salahkah Seorang Ikhwan Memilih Calon Istri yang Cantik?


Kecantikan tetap merupakan daya tarik yang memikat setiap lelaki di dunia ini. Wajarlah jika para produsen menggunakan jasa wanita cantik untuk melariskan barang dagangan mereka dan memang tak bisa dipungkiri! Begitupula masalah memilih pasangan hidup tentu setiap lelaki memiliki kriteria tertentu tentang calon istri yang akan di nikahinya. Kalau mau jujur dalam setiap kriteria itu diantara salah satunya adalah menginginkan calon istrinya berwajah cantik atau sedap dipandang mata, tidak membosankan. Salahkah bila seorang ikhwan menghendaki atau menginginkan seorang istri yang cantik?
Wahai ukhti saudariku,.. jangan bersungut dahulu menyalahkan si ikhwan yang berselera demikian. Karena pernikahan itu sendiri adalah ibadah, terkadang iman akan naik dan turun. Tentunya sangat membutuhkan sebab-sebab yang dapat merekatkan tali pernikahan dimasa mendatang. Bila kecantikan adalah merupakan daya tarik bagi si ikhwan itu yang nantinya akan mengekalkan hubungan percintaan (pernikahan)dan kasih sayangnya kepada wanita yang akan di nikahinya maka islam tidaklah melarangnya. Karena ia adalah fitrah atau naluri yang Allah subhanahu wata’ala ciptakan untuk manusia. Coba kita simak hadits berikut ini, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda:
“wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah yang beragama, karena kalau tidak niscaya engkau akan merugi” (HR. Bukhari - Muslim)
Kemudian marilah kita simak penjelasan fiqh hadits diatas:
Dalam hadits diatas menjelaskan kepada kita tentang adat atau kebiasaan laki-laki menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara diatas.Yaitu diantara mereka mengutamakan (cenderung) kepada harta, kemulian keturunannya (nasabnya), kecantikannya, dan karena agama si wanita tersebut.Kemudian Nabi kita yang mulia memberikan petunjuk kepada kita agar memilih yang tertinggi dan termulia yang akan memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat yaitu pilihlah yang beragama.Yaitu pilihlah wanita karena keshalihahannya.
Tetapi hal ini tidak berarti bahwa laki-laki tidak boleh memilih wanita yang cantik dan seterusnya. Tidak demikian! Ini adalah sebuah kesalahan di dalam memahami hadits. Akan tetapi maksudnya -Insya Allah- seperti ini:
Misalnya ada seorang laki-laki memilih wanita yang cantik parasnya. Kemudian dia melihat apakah pilihannya seorang wanita shalihah? Kalau jawabannya adalah: ‘ya’ maka dia boleh melanjutkan pilihannya. Kiaskanlah dengan keistimewaan yang lainnya! Tetapi kalau jawabannya ‘tidak’, maka dia dihadapkan kepada dua pilihan yang salah satunya harus dia tentukan dan tetapkan. Kalaupun dia melanjutkan pilihannya berarti dia telah mendahulukan kecantikan dari keshalihan.Kalaupun dia membatalkan pilihannya berarti dia telah mendahulukan keshalihan (agama) dari kecantikan. Atau ketika akan memilih dia menentukan sesuai dengan apa yang dia mau atau sesuai dengan seleranya misalnya: “Saya akan memilih wanita yang cantik, yang tinggi, yang putih, yang begini dan begitu dan seterusnya.” Pilihan yang seperti ini dibolehkan dan agama tidak pernah melarangnya.Karena memang berjalan dengan fitrah manusia. Oleh karena itu Nabi kita shalallahu alaihi wassalam mengatakan: “Wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara…”
Akan tetapi tetap saja penentuan akhirnya ada pada agama si akhwat tersebut, sebagaimana sabda Nabi mengakhiri dan menutup sabdanya: Maka pilihlah yang beragama! Maksudnya janganlah kau kalahkan agamamu dengan segala kecantikan dan harta benda duniawi. Padahal sebaik-baik kesenangan, kemewahan, harta benda dunia adalah wanita shalihah. Kalau pilihanmu jatuh pada wanita shalihah berarti engkau telah memiliki harta benda dan kesenangan dunia yang terbaik. Istimewa kalau wanita shalihah pilihanmu itu seperti yang kau ingini. Hukum ini juga berlaku bagi setiap muslimah yang akan menjatuhkan pilihannya kepada laki-laki muslim.
Setelah tahu penjelasan hadits diatas tentu kita melihat betapa indahnya islam sejalan dengan fitrah manusia. Karena kecenderungan merupakan hak mutlak bagi setiap pasangan yang akan menikah untuk mengekalkan hubungan mereka maka islampun menganjurkan agar mereka melihat (nazhar) hal-hal yang dapat membuat mereka tertarik untuk segera menikah dan salah satunya adalah faktor kecantikan yang dimana terkadang sangat mempengaruhi hati atau hasrat seorang laki-laki untuk segera menikahi wanita yang telah dilihatnya. Wallahu ‘alam.


Sumber:
- Al Masail Masalah-masalah Agama jilid 7, Abdul hakim Abdat, Darus Sunnah, Jakarta, 2006.
- Fiqh Wanita, Syaikh Kamil Uwaidah, Pustaka Kautsar.
Artikel ini telah di muraja’ah oleh ustadz Eko Haryanto Lc (Abu Ziyad)

Selasa, 17 Mei 2011

UKHTI…RENUNGKANLAH!!!

Saudariku muslimah, salah seorang darimu pernah berkisah, simaklah mudah-mudahan engkau bisa mengambil faedah.

"Mulanya hanyalah perkenalan dan percakapan biasa lewat telepon. Seiring waktu berkembanglah pembicaraan sampai pada kisah cinta dan seluk-beluknya. Dia pun kemudian mengungkapkan cintanya dan berjanji akan meminang saya. Dia meminta agar bisa melihat wajah saya, terang saya menolaknya. Dia mengancam akan memutuskan hubungan. Akupun menyerah. Kukirimkan fotoku serta surat-surat yang begitu manis penuh rayu. Surat menyurat pun berlangsung selalu. Sampai akhirnya dia meminta untuk berjumpa dan jalan berdua dengannya. Aku menolak dengan keras. Tapi dia mengancam akan menyebarluaskan foto-foto saya serta surat-surat saya dan suara saya yang direkamnya ketika kami bercakap-cakap lewat telepon. Akhirnya akupun keluar pergi bersamanya dengan tekad agar bisa pulang segera secepatnya. Ya, akupun pulang akan tetapi dengan mambawa aib dan kehinaan. Ku katakan padanya: Nikahilah aku! Sungguh ini adalah aib bagiku. Maka dia menjawab dengan segenap penghinaan, ejekan dan mentertawakan: "Sesungguhnya aku tidak akan menikahi wanita pezina.

Saudariku yang mulia, jika engkau memang memiliki akal untuk berfikir maka dengarkanlah nasehat berikut ini:

Janganlah engkau percaya bahwa pernikahan akan mungkin terlaksana hanya karena perkenalan dan percakapan iseng lewat telepon. Kalaupun memang ini terjadi maka akan mengalami kegagalan, kegalauan dan penyesalan.

Janganlah engkau percayai seorang pemuda ketika dia mulai menampakkan kejujuran dan keikhlasannya dan menyatakan sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehormatanmu tapi dia mengkhianati keluargamu dengan meneleponmu dan mengajakmu jalan bersama. Jangan kamu percayai dia ketika dia mulai menyatakan cinta dan berlemah lembut dalam pembicaraannya. Sungguh dia melakukan semua itu dengan tujuan-tujuan busuknya yang tampak jelas bagi orang yang berakal. Akankah dia benar-benar menjunjung tinggi kehormatanmu sementara dia mengajakmu berjumpa dan jalan bersama padahal engkau belum halal baginya?

Janganlah engkau percayai para penyeru emansipasi yang mengharuskan adanya cinta (pacaran) sebelum pernikahan.

Ketahuilah bahwa cinta yang hakiki adalah setelah menikah. Adapun selain itu, umumnya adalah cinta yang penuh kepalsuan. Cinta yang dibangun di atas dusta dan kebohongan, semata-mata untuk bersenang-senang memuaskan hawa nafsu yang tak lama kemudian akan tampaklah kenyataan yang sesungguhnya. Berapa banyak keluarga yang hancur berantakan padahal mereka telah berpacaran sebelum akad pernikahan dan berjanji akan setia berkasih sayang sepanjang jaman? Bahkan berapa banyak pula pasangan yang berantakan sebelum sampai pada pelaminan dibarengi hilangnya kehormatan yang dibanggakan?

Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa Nabi SAW bersabda: "Pada suatu malam aku bermimpi didatangi dua orang. Keduanya berkata kepadaku, Pergilah! -kemudian beliau menyebutkan haditsnya sampai pada sabdanya SAW -: "Kemudian kami mendatangi bangunan seperti tanur yang di dalamnya terdengar suara gaduh memekik. Kamipun melongoknya. Ternyata di dalamnya terdapat pria dan wanita telanjang yang disambar oleh lidah api dari bawah mereka. Ketika lidah api itu mengenai mereka, merekapun memekik kepanasan dan kesakitan. Ketika Nabi SAW menanyakan hal tersebut kepada malaikat, mereka menjawab: "Adapun pria dan wanita yang ada di tanur tersebut mereka adalah laki-laki dan wanita pezina.
Maka apakah engkau ingin menjadi bagian dari mereka wahai saudariku muslimah?

Jauhilah bercakap-cakap tanpa keperluan di telepon karena sesungguhnya Allah merekamnya demikian juga syaithan dari jenis manusia pun merekamnya. Mereka para petualang cinta akan menggunakannya sebagai alat untuk mengintimidasi kalian agar kalian mau mendengar mereka dan mentaati mereka. Qiyaskan juga ke dalamnya chating yang tiada guna dan hanya membuang waktu semata.

Hati-hatilah, janganlah engkau foto dirimu kecuali karena suatu hajat dan janganlah terlalu mudah engkau sebarluaskan fotomu dengan segala bentuknya karena hal tersebut merupakan senjata yang paling berbahaya yang digunakan oleh serigala manusia sebagai alat untuk mengancam dan mengintimidasi kalian.

Jauhilah olehmu untuk menulis surat-surat cinta karena hal itu juga merupakan sarana yang digunakan oleh mereka.

Hindarilah majalah-majalah dan kisah-kisah cinta yang rendah, hina penuh aib dan cela. Sungguh di dalamnya terdapat racun yang membinasakan yang tersembunyi di balik indahnya halaman yang warna-warni serta kertas yang halus mengkilap dan wangi.

Jauhilah menonton sinetron-sinetron dan film-film yang hina, yang hanya menonjolkan kemewahan serta gemerlapnya dunia, menyajikan kisah cinta dengan akting yang justru merendahkan martabat wanita. Jauhilah semua itu karena hanya akan merusak akhlak, kehormatan, serta rasa malumu.

Hati-hatilah, janganlah engkau pamerkan auratmu dan janganlah engkau terlalu sering ke luar rumah dan ke pasar-pasar tanpa ada keperluan mendesak yang menuntut untuk itu. Sungguh hal itu hanya akan menjerumuskanmu ke dalam murka Rabbmu.

Janganlah engkau pergi berduaan dengan sopir pribadimu, sungguh ini merupakan khalwat yang terlarang. Janganlah sekali-kali engkau membela diri dengan beralasan bahwa ini darurat. Bertakwalah, karena barang siapa yang bertakwa kepada Allah, akan dijadikan baginya jalan keluar dari segala permasalahannya.

Hati-hatilah engkau wahai saudariku dari teman yang jelek. Cari dan bergaullah dengan temanmu yang shalihah yang akan membimbingmu kepada keridlaan Rabbmu dan senantiasa mengingatkamu agar tidak terjatuh pada perkara yang akan mendatangkan murka Rabbmu.

Saudariku yang mulia,
Hati-hatilah dari segala kemaksiatan dan dosa karena hal tersebut merupakan sebab hilangnya nikmat, mendatangkan musibah, dan merupakan sebab datangnya kesengsaraan serta adzab yang membinasakan.

Persiapkanlah dirimu untuk menghadapi malaikat maut dengan banyak bertaubat dan beramal shalih, sungguh engkau tidak tahu kapan giliranmu akan tiba.

Saudariku,
Setelah engkau baca nasihat di atas maka ketahuilah bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin bertaubat. Allah berfirman: "Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas akan dirinya (berbuat dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesunggunya Allah mengampuni dosa seluruhnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar : 53)

Maka apabila engkau wahai saudariku telah tenggelam dalam suatu kemaksiatan dan dosa, segeralah bertaubat dengan taubatan nashuha sebelum pintu taubat tertutup dan sebelum tubuhmu ditimbun di dalam tanah. Dan pada saat itu tidaklah lagi berguna penyesalan.

Semoga Allah membangunkan kita dari kelalaian yang ada dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, melindungi kita dari adzab qubur dan adzab neraka, serta memasukkan kita ke dalam surga Firdaus Al-A’la.

Shalawat serta salam senantisa tercurah kepada Nabi kita.

(Diterjemahkan dari www.alsalafiyat.com dengan perubahan dan tambahan)


^.^ Kiat Bergaul ^.^

Bergaul dengan orang lain ternyata tak luput dari perhatian Islam. Bahkan kebaikan dalam bergaul atau bermuamalah merupakan salah satu pokok ajaran Islam. Bermuamalah dengan siapa saja, baik ia patner kerja, teman belajar, atasan, atau dengan anggota keluarga kita. Ada kiat-kiat tertentu yang syar'I yang dianjurkan oleh Islam. Sudah semestinya kita perlu melihat
bagaimanakan kaidah dan kiat-kiat Islam dalam bergaul, agar mampu mengambil hati orang lain dan memberikan pengaruh pada mereka. Dan tentu saja niatan kita disaat bergaul adalah meraih sesuatu yang sangat agung yaitu mencari keridhaan Allah azza wa jalla.

Diantara kiat bergaul yang dicontohkan adalah:
Ø  Menebarkan Salam
Mengucapkan salam merupakan wujud perhatian seong kepada individu yang lain. Ia
pun merupakan kunci surga. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,
Rasulullah berkata : Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan
kalian tidak beriman hingga kalian saling mencinta. Maukah aku tunjukkan sesuatu
yang apabila kalian lakukan niscaya kalian akan saling mencinta, sebarkan salam
diantara kalian (HR. Muslim)
Ø  Senyumanmu untuk Saudaramu adalah Sedekah
Nabi bersabda: Senyumanmu untuk saudaramu adalah sedekah. Sebuah senyuman,
memiliki banyak pengaruh, diantaranya ¨ Menunjukkan kepribadian seseorang ¨Melapangkan dada pada pertemuan-pertemuan selanjutnya ¨ Melancarkan perkenalan
dan pembicaran
Ø  Engkau panggil dia dengan nama yang ia sukai
Umar bin khattab meringkas tentang kaidah meraih cinta manusia. Tiga hal yang
akan menjernihkan hubunganmu dengan manusia "Engkau memulai salam, engkau
memanggilnya dengan nama yang paling ia sukai, dan engkau melapangkan baginya
dalam bermajelis"
Ø  Engkau katakan padanya Aku mencintaimu karena Allah
Dalam sebuah riwayat: cinta itu ada pada tiga hal “cinta kepada orang mukmin di jalan Allah dan tanda cinta ini adalah menghindarkan diri dari menganggu mereka dan memberikan kebaikan kepada mereka “ cinta kepada rasulullah yang dicirikan dengan cinta kepada sunnahnya ¨ dan cinta kepada Allah adalah dengan mendahulukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan  dan diantara Sunnah adalah mengucapkan kepada saudaranya " Aku mencintaimu karena Allah"
Ø  Berjabat Tangan Ketika berjumpa dengannya
Dikatakan kepada Abu dzar apakah Rasulullah paselalu berjabat tangan dengan kalian ketika kalian berjumpa dengan beliau ? maka Abu dzar berkata: "Tidaklah aku berjumpa dengan Rasulullah kecuali beliau menjabat tanganku".
Ø  Baik Akhlaq
Rasulullah bersabda " Sungguh orang yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya, dan ditanyakan kepada beliau, apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga? Beliau berkata taqwallah (taqwa kepada
Allah) dan baik budi
Ø  Sungguh Allah itu Maha Indah dan cinta kepada Keindahan
Abu Hurairah berkata"Seorang laki-laki datang kepada nabi dan ia seorang laki-laki yang sangat bagus ia berkata Wahai Rasulullah saya adalah seorang yang cinta dengan keindahan dan saya mendapatkan seperti apa yang Anda lihat. sampai-sampai segala sesuatu yang aku suka tak akan terlewat dari perhatian orang. Sehingga mereka berkata alangkah indah tali sandalku, apakah yang demikian termasuk kesombongan ? Rasulullah berkata Tidak ! akan tetapi kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia"
Ø  Jazakallah Khairan(Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan) adalah syiar orang yang bersyukur
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata: " Barangsiapa yang berbuat kebaikan kepadamu maka balaslah ia .Apabila engkau tidak mendapati apa yang dapat membalas kebaikannya maka doakan dia, sampai engkau yakin bahwa hal tersebut telah membalas kebaikannya Kaidah-9 tawadlu (merendahkan diri) niscaya Allah mengangkatmu Rasulullah berkata Sungguh Allah mewahyukan kepadaku untuk bertawadlu

Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita

 "Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab". (QS: Al Mu’min:40)

Nasihat Rasulullah SAW bagi kaum wanita

Risalah Wanita

“Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Surga dan neraka, adalah tempat yang Allah janjikan bagi setiap manusia…sebaik-baiknya tempat kembali adalah surga, dan seburuk-buruknya tempat kembali adalah neraka…
Wahai kaum wanita…,
bukankah Allah telah memuliakan kalian…?  Bukankah Allah telah memberikan dan mengangkat derajat kaum wanita …?  menurunkan surat yang isinya adalah kebanyakan adalah urusan yang membela kaum wanita.. petunjuk khusus bagi kaum wanita ..? melindungi hak kaum wanita, memberikan berbagai kemudahan bagi kaum wanita..
Wahai kaum wanita…
bukankah seharusnya kebanyakan dari kaum wanita yang telah Allah muliakan berada di surga..? bukankah seharusnya kaum wanita yang diangkat derajatnya, berada di surga..? bukankah seharusnya surat yang khusus Allah turunkan untuk kaum wanita mengantarkan dirinya untuk menikmati istana di surga…?
Wahai kaum wanita….renungkanlah sejenak....
Apakah kalian tidak menyadari bahwa seringkali kalian membalas nikmat yang Allah berikan dengan perbuatan dosa dan kemaksiatan..?  Pernahkah, kalian merenung sejenak,…merenungkan dosa dan kemaksiatan yang kalian lakukan, atau bahkan kalian tidak tahu bahwa apa kalian lakukan itu adalah perbuatan dosa…? Sudahkah kalian mempersiapkan jawaban ketika dihadapkan pada persidangan Allah….?
Wahai kaum wanita...,
sesungguhnya Rasulullah telah berwasiat kepada kalian, … agar kalian menjaga komitmen syahadat kalian kepada Allah, menjalankan sunnah-sunnah Rasul, menjaga shalat kalian, berpuasa di bulan romadhon, berzakat, bersedekah dengan harta yang Allah titipkan kepada kalian, dan berhaji jika kalian mampu…
Wahai kaum wanita....,
sesungguhnya Rasulullah telah berwasiat kepada kalian, …agar kalian menjaga diri kalian, menutup aurat kalian, tidak memperlihatkan rambut kalian kepada kaum lelaki yang bukan muhrim.. tidak membiarkan diri kalian disentuh oleh lelaki yang bukan muhrim…menjaga pandangan kalian, tidak mengundang dan memberikan kesempatan pada kaum lelaki untuk maksiat kepada kalian…?
Wahai kaum wanita....,
sesungguhnya Rasulullah telah berwasiat kepada kalian,… agar kalian menjaga lisan kalian dari perkataan yang tidak bermanfaat, dari perkataan dusta, dan perkataan yang mengandung kekufuran atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kalian…
Wahai kaum wanita.....,
sesungguhnya Rasulullah telah berwasiat kepada kalian,… tetap taat kepada suami yang kalian pilih, senantiasa bersikap sabar, pengertian, lemah lembut dan penuh pengertian.. janganlah kalian meminta dari suami kalian dari sesuatu yang berada di luar kemampuannya,…jangan pula kalian tidak mensyukuri atas apa yang telah diberikan oleh suami kalian.. walaupun itu hanya sedikit… Ingatkanlah suami kalian untuk beribadah kepada Allah jika lupa, sertakanlah mereka dalam do’a kalian…
Wahai kaum wanita....,
sesungguhnya Rasulullah telah berwasiat kepada kalian,… bahwa kalian adalah wakil dan wali Allah..?, yang akan memberikan curahan kasih sayang pada anak yang Allah amanahkan kepada kalian…? Bimbinglah mereka untuk mengenal Allah dan Rasul-Nya, berikan kepada mereka suri tauladan yang baik melalui akhlaq seroang Ibu, kuatkanlah keimanan mereka, berikanlah mereka makanan yang halal walaupun itu sederhana, berkatalah yang lemah lembut kepada mereka.. bersabarlah dalam menghadapi mereka…jadilah sahabat bagi mereka, do’akan mereka agar Allah selalu memudahkan urusan mereka…
Wahai kaum wanita....,
sesungguhnya Rasulullah telah berwasiat kepada kalian, … bahwa hidup di dunia hanyalah sementara…bahwa kehidupan sesungguhnya adalah surga yang abadi… dan balasan terbaik adalah balasan dari Allah.. maka jagalah diri kalian dari perbuatan dosa dan maksiat, penuhilah janji kalian, jagalah kehormatan kalian, berpegang teguhlah pada agama Allah… lalui setiap cobaan dalam hidup ini dengan bersabar dan bersyukur, berikhtiar dan bertawakal kepada Allah… perbaikilah urusan agama kalian dengan mencari ilmu, bergaulah dengan orang-orang yang dapat mengantarkan kalian takut kepada Allah…
Wahai kaum wanita....,
sesungguhnya Rasulullah telah berwasiat kepada kalian…bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita sholeh.. maka, berniatlah untuk menjadi wanita sholehah dengan segenap kemampuan…agar mencapai kehidupan dengan penuh kebaikan..dan mengakhirinya dengan penuh kebaikan…

Semoga artikel ini bisa menjadi bahan muhasabah bagi ukhti fillah terutama buat ana senndiri.. ini akn menjadi cambukan buat diri ana pribadi…


Senin, 16 Mei 2011

Manajemen Gengsi
Gengsi pada tempatnya akan mengangkat derajat seseorang. Sebaliknya, bila tidak waspada, gengsi dapat menjerumuskan seseorang dalam lingkaran kehinaan.
Betapa banyak orang dapat hidup mulia meski bersahaja dengan memelihara diri dari berbuat salah, hina, dan merendahkan diri kepada orang lain. Begitu juga, betapa banyaknya orang yang semakin mulia, berilmu dan bermartabat karena mampu menaklukkan gengsi untuk mengakui kekurangannya sehingga tidak segan untuk bertanya, meminta maaf dan mengoreksi diri sendiri.
Menerima diri apa adanya
Gengsi merupakan sikap untuk mewujudkan harga diri (self-esteem). Sikap ini dapat dikenali melalui cara bertindak dan berperilaku, sikap, keyakinan, cara pandang dan menempatkan diri, serta emosi kita. Yang semuanya berhubungan dengan usaha membangun harga diri yang positif dan mengembangkan pencitraan diri.
Harga diri, menurut Grant Brecht dalam Sorting Out Self-Esteem (1996), pada hakekatnya merupakan sikap menerima diri apa adanya. Sehingga kita memiliki keyakinan bahwa diri kita layak, mampu dan berguna dalam hal apapun yang telah, sedang dan akan terjadi dalam hidup kita.

Mangelola gengsi dalam hubungannya dengan harga diri sangatlah penting, karena menyangkut upaya membangun citra dan harga diri positif secara benar. Dasar manajemen gengsi adalah prinsip harga diri. Prinsip ini dapat dijabarkan sebagai berikut; harga diri merupakan fondasi untuk mengembangkan kepribadian, meyakini diri sendiri apa adanya; pengembangan harga diri dapat dipelajari dan dilatih; dan seni mengembangkan harga diri secara benar akan menghindarkan seseorang dari ketergelinciran citra dan martabat.

Melatih pengelolaan gengsi secara benar, menggali potensi harga diri yang sehat, serta mewariskannya kepada anak-anak kita sangatlah bermanfaat. Sebab, psikolog kondang Amerika, Dr. Martin Seligman, penulis buku Learned Helplessness dan Know What You Can Change, Know What You Can’t menyebutkan, perilaku ini merupakan jembatan untuk mengatasi depresi, sikap pesimis, sinis dan negatif dalam budaya keluarga.

Banyak ahli mengatakan, orang yang memiliki rasa gengsi yang sehat akan mengutamakan apa yang dapat, tengah dan telah mereka lakukan. Mereka juga menghargai diri sendiri, berani mengkritik perilaku sendiri -bukan mencela diri-, menuntut pengakuan dari orang lain secara proporsional, teguh dan tegak untuk suatu kebenaran yang diyakininya dan teruji kesahihannya.

Mengapa harus gengsi?
Rasulullah adalah contoh utama dalam hal pengelolaan gengsi yang sehat. Gengsi Rasulullah saw untuk mengorbankan prinsip dan risalah hidupnya sehingga tidak gampang menyerah pada ajakan kaum sesat, telah menghantarkan beliau meraih kesuksesan membawa umatnya kepada cahaya ilahi. Begitu juga, kemampuan beliau untuk menaklukkan rasa gengsi membuatnya mampu berlaku rendah hati, tidak segan meminta keridhaan dan maaf dari para pengikutnya. Sikap yang justru menambah cinta umat kepadanya.
Kemampuan mengelola perasaan gengsi juga dimiliki para sahabat Rasulullah saw. Khalid bin Walid, contohnya. Ia mampu mengubur gengsi dirinya untuk mencium kaki Bilal, karena Bilal mau memaafkannya setelah ia menghina Bilal.

Surat ‘Abasa pun turun sebagai peringatan tentang berbahayanya rasa gengsi untuk melakukan kebaikan. Surat ini merupakan teguran Allah kepada Rasulullah untuk menaklukkan rasa gengsinya. Gengsi karena sahabat setianya yang bersahaja, lemah dan cacat menghampirinya di forum ‘bergengsi’, saat beliau sedang ‘melobi’ kaum elit Mekkah.

Kutukan abadi yang menimpa Iblis juga dikarenakan rasa gengsinya untuk mengikuti perintah Allah agar sujud menghormati Adam. Iblis merasa dilecehkan karena harus hormat kepada manusia yang diciptakan Allah dari tanah, sementara ia merasa lebih mulia karena tercipta dari api.

Tingginya keilmuan dan ketakwaan para sahabat, bukan semata karena kedekatan mereka dengan sang panutan Rasulullah, tetapi juga karena mereka mampu mengelola gengsi untuk tidak malu bertanya, belajar dan mengevaluasi diri. Kehati-hatian dalam menjalani kehidupan akan tercapai dengan prinsip tidak malu bertanya apabila tidak tahu. Sehingga tidak tersesat dan menyesatkan. Sebab, sikap sok tahu dan sok suci, akan membuat manusia menjadi takabbur, ghurur dan lupa diri.

Mewaspadai gengsi
Karena itulah, kita perlu waspada terhadap rasa gengsi yang dapat menyeret kepada pencitraan diri yang negatif dan harga diri yang rendah. Untuk itu, langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut:
1. Jangan bersikap negatif dan pesimis terhadap masa depan.
2. Hilangkan reaksi serta pikiran negatif dan irasional. Berusahalah untuk mendapatkan pengalaman baru,
3. Jangan melimpahkan kesalahan kepada orang lain atas berbagai ketidakberesan diri sendiri (external locus of control).
4. Buang perasaan tak berdaya dan tak berguna, namun jangan berlebihan mengukur kemampuan dan kebaikan diri.

Harga diri yang rendah akan menyebabkan citra diri yang rendah, depresi, dan merasa kurang berhasil. Sementara itu, harga diri yang tinggi akan menyebabkan citra diri yang positif, keberhasilan yang terfokus, dan pola hidup yang seimbang. Kita pun bisa terhindar dari serangan gangguan psikologis berupa sifat lekas marah, murung, sedih, dan tidak toleran.

Harga diri yang tinggi, tidak dapat dicapai dengan rasa gengsi yang tidak sehat. Misalnya enggan mendahului bersikap ramah dan segan mengawali kebaikan kepada orang lain.

Richard Carlson dan Kristine Carlson dalam Don’t Sweat the Small Stuff in Love (1999) menganjurkan untuk tetap bersikap ramah dan damai dalam keadaan apapun. Bahkan, penulis ini menjadikan hal itu sebagai prioritas utama yang harus dimulai dari keluarga dan pasangan.

Menunjukkan keramahan yang tulus, bukan berarti menyungging senyum ketika Anda sedang tidak ingin tersenyum. Yang penting adalah memperlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan oleh orang lain, sebagaimana disinggung oleh Nabi saw, bahwa seseorang tidak akan sempurna imannya sehingga berlaku cinta terhadap saudaranya, sebagimana ia mencintai dirinya sendiri.

Gengsi juga tidak identik dengan sikap kaku dan keras kepala yang tidak proporsional. Sebab, gengsi yang tidak proporsional ini dapat menyebabkan kita untuk bersikap kaku dalam bergaul, tterjebak pada pola melawan dan menentang arus.

Bersikap bijaksana
Sebaliknya, sosok pribadi yang bijak, akan mendahulukan kerendahan hati serta sikap cerdas, sehingga dapat mengurangi benturan tanpa terbawa arus namun tetap dapat mencapai tujuan.

Jangan mendahulukan gengsi dengan serta merta menolak sesuatu. Cobalah bersikap arif dan menghadapi sesuatu dengan proses dialogis yang damai, rasional dan argumentatif. Bukan asal ‘pokoknya begini, pokoknya begitu!’ Bukankah Allah menyuruh kita untuk untuk membudayakan penegakan kebenaran dan kebaikan dengan kearifan, nasehat yang baik dan dialog yang sehat? (QS.An-Nahl:125)
Gengsi yang berlebihan acap kali juga menyuburkan sikap cenderung merasa benar sendiri serta tidak membutuhkan orang lain. Padahal, segala sesuatu harus dapat dinilai oleh orang mukmin yang lain dengan parameter yang benar (QS.At-Taubah:105).

Danielle Crittenden Lewat What Our Mothers Didn’t Tell Us: Why Happiness Eludes the Modern Women (1999), mengingatkan kita untuk mewaspadai sikap egois yang dapat menyebabkan kita tidak peduli kepada penilaian orang lain, termasuk orang-orang yang kita cintai. Karena pada hakekatnya, kepuasan hidup akan dirasakan seseorang apabila ia mengetahui bahwa ia melakukan hal-hal yang bukan saja benar bagi dirinya sendiri, melainkan juga bagi orang-orang yang dicintainya.

Ketika seseorang berbelanja berlebihan meskipun harus berhutang karena ingin dipandang orang lain, atau tenggelam dalam pluralisme dan kemajemukan dengan dalih ingin tetap dipandang dan diterima semua kalangan. Atau ketika seseorang malu mengatakan tidak tahu dan segan untuk bertanya apa yang tidak dipahaminya karena jaga reputasi, maka semuanya itu bukanlah refleksi gengsi yang sehat.

Bersikap mulia, meski dalam bungkus kesahajaan dan bersikap apa adanya. Ketakwaan yang memproyeksikan sikap tawadhu’, kejujuraan, kehati-hatian, dan berkepribadian yang mandiri, itulah sebenarnya wujud refleksi gengsi yang sehat. (QS.Al-Kahfi:104, An-Nisa’:128)
Wallahu A’lam Wa Billahit Taufiq Wal Hidayah


 SIAPAKAH YANG DIMAKSUDKAN DENGAN LELAKI SOLEH ? 
 Lelaki Soleh dapat di definisikan sebagai seorang lelaki muslim yang beriman (mukmin),bersih dari segi zahir dan batinnya,mengambil makanan yang bersih dan hala l(bukan dari sumber yang haram) serta sentiasa berusaha menjauhkan dirinya dari perkara perkara yang akan mendorong kearah maksiat dan menariknya ke jurang NERAKA yang amat dalam.Lelaki soleh juga ialah seorang lelaki yang sentiasa taat kepada ALLAH S.W.T. dan RasulNya walau dimana sahaja mereka berada dan pada bila bila masa sahaja.
Kesolehan dan keimanan seseorang tidak dapat dilihat dan diukur dari segi lahiriah semata mata karena ianya adaklah berkait rapat dengan masalah AKIDAH dan KEYAKINAN, kepada siapa dia menyerah keyakinan dan ketaatan dan sebaliknya.
TAUHID merupakan dasar tertinggi dalam kehidupan yang harus sentiasa dipelihara kerana apabila tauhai tidak betul dan sempurna,maka seluruh amalan yang dilakukan adalah sia-sia sahaja.Apabila telah jelas kepada siapa kita memberikan perwalian dan terhadap pihak mana kita menolak kepimpinan,barulah Tauhid akan menjadi kenyataan dan berdiri dengan tegaknya dalam jiwa seseorang.

Oleh yang demikian, jelaslah bahawa kesolehan seseorang lelaki itu tidak dapat dinilai dari segi lahiriah semata-mata.Ianya adalah lebih jauh dan mendalam dari itu senua.Antara hal-hal yang harus dilihat dan dikaji pada setiap individu muslim ialah perkara-perkara yang bersangkutan dengan keyakinan,tujuan dan pandangan hidup serta cita-cita dan jalan hidup seseorang itu.

KRITERIA-KRETERIA LELAKI SOLEH SEPERTI YANG DIMAKSUDKAN OLEH AL QURAN DAN HADIS..............

1. Sentiasa taat kepada Allah S.W.T dan Rasullulah S.A.W.
2. Jihad Fisabilillah adalah matlamat dan program hudupnya.
3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.
4. Sabar dalam menghadapi ujian dan cabaran dari Allah S.W.T.
5. Ikhlas dalam beramal.
6. Kampung akhirat maejadi tujuan utama hidupnya.
7. Sangat takut kepada ujian ALLAH S.W.T dan ancamannya.
8. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.
9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.
10. Solat malam menjadi kebiasaannya.
11. Tawakal penuh kepada Allah taala dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah S.W.T
12.Selalu berinfaq samaada dalam keadaan lapang mahupun sempit.
13.Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.
14.Sangat kuat amar maaruf dan nahi munkarnya.
15.Sangat kuat memegang amanah,janji dan kerahsiaan.
16.Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi keboduhan manusia,sentiasa saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada Allah S.W.T
17.kasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.

Selain daripada ciri-ciri diatas,orang orang yang soleh juga merupakan insan insan yang senantiasa mendapat ujian dan cubaan daripada Allah S.W.T setelah para nabi nabi dan orang orang yang mulia. Mereka menghadapi segala ujian tersebut dengan hati yang tabah dan tetap teguh dalam keimanan serta pendirian.Mereka tidak mudah menyerah kalah dari keganasan dan tekanan musuh.

Tugas tugas dan kewajipan Lelaki Soleh........

1. Mencari nafkah ( belanja hidup)
2. Berjihad Fisabilillah.
3. Melindungi dan membela kaum yang lemah dan tertindas.
4. Memimpin, mendidik dan berlaku adil terhadap isteri.

1. MENCARI NAFKAH..........

Tugas mencari nafkah diberatkan kepada kaum Lelaki kerana kelebihandalam penciptaannya yang berupa kekuatan fizikal dan akal fikirannya..Oleh itu Lelaki mampu untuk bekerja keras untuk mencari nafkah, memberi perlindungan dan pertahanan maruah kehidupannya terutama kepada keluarga, agama,bangsa dan agamanya.Inilah esbabnya lelaki diangkat menjadi pemimpin bagi kaum wanita.Oleh itu, seorang lelaki muslim, lelaki dan suami yang soleh, tidak akan melalaikan tugas ini.Ia wajib bekerja menurut apa sahaja kemampuannya.Dalam melaksanakan tugas ini,dia haruslah MEMBETULKAN NIATnya iaitu ikhlas untuk mencari keredhaan Allah S.W.T.Dia tidak akan merasa MALU untuk melakukannya sebaliknya gembira dan berbangga terhadap pekerjaannya lebih lebih lagi perkara yang halal.

Lelaki soleh tidak akan lupa untuk mengingati hari akhirat tetapi menjadikannya sebagai tujuan yang utama.dia bekerja didunia untuk mencari keuntungan di akhirat,bukannya mengejar keduniaan semata-mata. Dengan cara ini,usahanya akan sentiasa berhasil dan berjaya didunia dan akhirat.

Seperti kata ulama Salaf yang bermaksud;
"Wahai anak Adam! Juallah duniamu dengan akhirat, maka engkau akan UNTUNG semuanya, tetapi jangan engkau jual akhirat dengan dunia, maka engkau akan RUGI semuanya.

“Bagi orang orang yang telah mengerjakan kewajipan agamanya dengan baik,kemudian terasa penat dan letih pada malamnya, sehingga tidak dapat mengerjakan amalan amalan sunnah,maka Allah dan RasulNya memberikan jaminan dengan ampunan sepanjang malam yang dilaluinya dengan tidur yang nyenyak”.

Inilah antara ganjaran yang akan dikurniakan kepada lelaki soleh yang mencari nafkah dengan bersungguh sungguh. Terdapat dua cara orang berusaha mencari nafkah seperti yang dianjurkan oleh ISLAM.
Pertama: Hendaklah ia tidak melalaikan tugasnya terhadap ALLAH S.W.T dan janganlah ia meninggalkan nilai-nilai yang LUHUR.
Kedua: Hendaklah dilakukan dengan cara yang halal,bersih dan tidak membawa apa apa kemudaratan kepada orang lain dan tidak pula bertentangan dengan peraturan-peraturan umum.

Antara cara cara pencarian harta yang diharamkan oleh Islam ialah:
1. Riba,
2. Penimbunan barang barang yang menjadi hajat orang ramai,
3. Perjudian dan perdagangan minuman keras,
4. Berlaku penipuan dalam penimbangan dan penukaran barang,
5. Mencuri 6. Memakan harta orang lain dengan cara yang bathil seperti yang diterangkan dalam surah An Nisa 4, ayat 29.

2. Berjihad Fisabililah

Jihad merupakan amal yang paling utama dan puncak ketinggian Islam.Tidak ada satu pun amalan soleh yang dapat menandingi Jihad. Orang soleh tidak sedikit pun merasa gentar dan takut apabila berjuang menegakkan agama Allah sebaliknya sentiasa tersenyum bangga menjadi seorang Pegawai Allah dengan gelaran paling indah iaitu MUJAHIDIN.Inilah yang dimaksudkan dengan lelaki soleh,yang mana pekerjaan utamanya membunuh atau terbunuh.Jika tidak terbunuh,maka ia mesti membunuh.Tidak terdapat alternatif lain kecuali satu antara dua ‘YUQTAL AU YAGHLIB’ yakni TERBUNUH atau MENANG.

3. Melindungi dan membela kaum yang lemah dan tertindas.

Sememangnya sejak akhir-akhir ini golongan kafir senantiasa mencari peluang untuk menindas dan menakhluki negara-negara serta umat- umat Islam.Orang orang yang soleh haruslah peka dan bersedia untuk bertindak balas supaya umat-umat Islam tidak akan ditindas dengan sewenang-wenangnya oleh golongan tersebut.

“Wahai lelaki soleh...! tugas dan tanggungjawabmu bukanlah ringan,bayangkan langit dan gunung tidak mampu membawanya. Kamu sajalah yang akan tampil dan mampu menyelesaikan persoalan besar ini.Orang orang yang lemah dan sedang tertindas sentiasa menanti kehadiranmu.Mereka berdoa agar kamu segera tiba untuk menjadi pembela dan penolong bagi mereka.”

Inilah laungan yang senantiasa terdengar daripada golongan golongan yang tertindas dan mengharapkan bantuan.Oleh itu lelaki yang soleh haruslah memainkan peranannya sebagai pembela agama samaada secara langsung ataupun tidak langsung demi untuk mengekalkan kedaulatan agama Islam

4. Memimpin,mendidik dan berlaku baik terhadap isteri......

Memimpin dan mendidik isteri......

1.Mengajar dan membimbing dengan cara yang baik sehingga isteri isteri yang tidak solehah menyedari akan kesilapannya dan menukar cara hidupnya menjadi isteri solehah.

2.Menangani isteri yang boduh dan keras kepala dengan bijaksana sehingga dia menyedari hakikat yang sebenarnya dan bersedia mengubahnya.

Demikianlah cara cara yang telah digariskan oleh Islam untuk mengatasi masaalah ketidaksesuaian suami isteri dalam kehidupan rumah tangga. Apabila menghadapi sebarang kesulitan,lelaki soleh tidak akan cepat melatah dan bertindak menurut nafsu dan perasaan semata-mata tanpa mengambil kira perasaan orang lain.Lelaki soleh akan bertindak dengan cara yang lebih effisien dan bijaksana dan senantiasa memohon petunjuk dari Allah S.W.T.Dengan ini kebahagiaan rumahtangga akan dapat di kekalkan buat selama lamanya.

5. Berlaku baik terhadap isteri

Suami yang soleh akan sentiasa maenjaga kebajikan keluarganya terutama isterinya.Ia senantiasa menjaga hati dan perasaan pasangannya dan sentiasa menggembirakan isterinya.Mereka juga akan bertanggungjawab dalam menguruskan urusan rumahtangga,dan bekerjasama dengan isterinya.

Sabda Rasulullah:
"Orang yang terbaik diantara kamu adalah orang yang terbaik terhadap isterinya,dan aku adalah orang yang terbaik diantara kamu terhadap isteriku". ( HR Ibnu Majah)

Tauladan Rasulullah Dalam kehidupan berkeluarga.......

A: Keadaan beliau sebagai suami dan ayah
B: Kebiasaan beliau di tengah kehidupan bekeluarga
C: Cinta kasih beliau terhadap isteri dan anak.
Rabu, 23 Agustus 06 - oleh : admin


Wassalam.
Rujukan: Lelaki Soleh oleh Abu Mohd. Jibril Abd Rahman

Sabtu, 14 Mei 2011

Senin, 18 April 2011  
Persahabatanku Kandas karena Facebook
Dari Silvia di Sulsel
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb
Pendengar Nurani yang budiman, aku tak tahu harus memulai dari mana dalam berkisah dimalam hari ini, sebab sebelum diri ini bertutur, goresan luka, kecewa dan air mata itu seolah kembali terkuak dan menganga lebar didalam hatiku. Tetapi aku harus kuat..dan aku harus bias menahan gejolak itu, agar aku mampu berkisah dimalam hari ini dan memberi manfaat bagi orang lain yang mendengarkan kisahku ini.
Pendengar Nurani yang baik
Satu kalimat yang kupilih mengawali kisahku ini adalah “HATI-HATI dengan Fitnah FACEBOOK”, sebab hal ini lebih berbahaya dari fitnah Handphone dan lainnya, sebab bila kita terjebak dalam fitnah itu, maka kita seolah sulit keluar darinya, bahkan akan membuat kita ketagihan dan rela melakukan apapun.., demikian yang telah menimpaku saat ini.., pedih dan sakit mengenangnya, bahkan teramat sangat memalukan untuk dikisahkan, tetapi inilah realita yang harus kuhadapi dan aku tidak ingin teman-teman khususnya pendengar Nurani mengalami hal ini. Kisah ini terjadi sejak 6 bulan silam, tepatnya tanggal 12 november 2010.., entahlah siapa yang memulai diantara kami, yg pasti hobby facebookan itu telah kugemari sejak awal facebook dikenal dimasyarakt luas, dan aku tidak pernah bermimpi untuk menjadikan facebook sebagai media pencarian jodoh, tidak sama sekali. Jujur, Alhamdulillah materi-materi Liqo’ di marhalaku meskipun baru setingkat Awal namun telah banyak memberiku manfaat utamanya dalam membentengi diri dari berkhalwat dengan orang yang buka muhrimku dan aku berusaha untuk istiqamah dijalan itu, sementara soal kegemaran facebook sendiri, semua itu hanyalah sebatas hoby dan penghilang rasa suntuk saat hati sedang jenuh apalagi saat rindu dengan teman-teman akhwat yang jauh tersebar diberbagai pelosok tanah air, yaah..aku yakin siapapun kita pasti memiliki akun facebook dan paling minimal pernah mendengar kata itu, sebagai seorang muslimah, aku berusaha memanfaatkan jejaring social itu sebagai alternative menimba ilmu, apalagi saat chatingan dengan orang-orang yg kita kenal memiliki kapabilitas ilmu pengetahuan yg cukup tinggi dalam hal agama, aku sangat gembira bila mendapatkan tambahan pengetahuan dari mereka2 yg memiliki tingkatan ilmu agama yg tinggi, aku juga sangat termotifasi membaca tautan-tautan yg sarat akan pengetahuan dan juga senang membaca status-status milik orang lain yang penuh dengan nasehat, meskipun tak dapat dipungkiri bahwa tak sedikit juga diantara status-status mereka begitu lebay-nya dan tidak ada sedikitpun manfaat yg bias diambil darinya, Alhamdulillah selama mengenal facebook, aku jarang mengomentari status-status milik ikhwah, meskipun aku sendiri menyaksikan begitu banyak ketimpang tindihan didalam jejaring social tersebut, dimana saat ikhwah menulis sebuah status, ternyata kebanyakan komentatornya adalah akhwat, atau sebaliknya disaat akhwat yg menulis status, kusaksikan begitu banyak komentar ikhwah dibawahnya…, Allahu a’lam apa motifasinya, yg pasti dengan melihat kenyataan itu, aku berusaha berbaik sangka dri semua itu, aku takut terjebak pada perkara-perkara yg justru akan merenggangkan ukhuwah. Yah..demikianlah sekilas tentang diriku di facebook…, hingga suatu hari, ketika usai melaksanakan sholat isya..saat semua amanah telah kuselesaikan dan saat rasa kantuk itu belum menghingapiku, aku kembali melarutkan diriku pada jejaring social itu dengan menggunakan laptop dan modem pemberian dari ayahku saat masuk mendaftar kuliah dulu, dan lagi-lagi aku mulai menyimak satu persatu status-status terbari dari teman-teman facebookku, berbagai perasaan menyeruak seketika direlug hatiku yg paling dalam, kadang memabca status, tautan atau note  mengharukan akupun seolah terseret dalam kesedihan itu, begitu juga saat mendapati status-status yg sedikit humoris, maka akupun seolah terhipnotis dan tersenyum mendapati hal itu, meskipun aku pribadi adalah tipe akhwat yg jarang sekali mengomentari secara lagsung dari status, tautan atau note-note itu, bagiku cukuplah membaca, menelaah bila  itu positif, lalu berusaha mempraktekkan bila aku memiliki kemampuan atasnya.
Pendengar nurani yang baik
Demikianlah sekiranya kebiasaan-kebiasaanku memanfaatkan jejaring social facebook itu, hingga suatu ketika aku tersandung pada sebuah kondisi yang tidak pernah kuinginkan sama sekali, dimana ketika aku seperti biasa serius mengamati status-status dari sejumlah akun facebook, tiba-tiba di chat roomku muncul sebuah sapaan dari akun facebook seorang ikhwah, nama akunnya Abu Ammar Al-indonesy “assalamu ‘alaikum, kaifa haluki yaa ukhty..” begitulah dia menyapaku, beberapa saat lama aku memandangi sapaan diruang obrolanku itu dan tak sedikitpun aku membalasnya, aku sendiri berusaha mengacuhkannya dengan kembali membaca tautan-tautan dan note-note yang kuanggap menarik dari sejumlah akun, hingga kulihat ikhwah yg menyapaku tadi terus mengirimkan pesan-pesan sapaannya padaku, dan kali ini mungkin sudah dengan nada emosi
“Assalamu ‘alaikum”
“kaifa haluki”
“Assalamu “alaikum”
“hai.., hallo.., ada orang..??”
“apa pemilik akun ini  manusia??”
“halowwwww…….”
“emang enak dicuekin..!!!”
“anti muslimah atau kafir sih..koq salam orang gak dijawab..”
“dasar akhwat karbitan..munafik…”
Begitulah cara dia menyapaku saat aku tak menghiraukannya, hingga akhirnya dengan sangat terpaksa aku menjawab salamnya “wa’alaikumussalam” jawabku
“nah gitu dong…kan enak kedengarannya” jawabnya
“oh ya, aku minta maaf atas kata-kataku tadi, sebab aku sendiri merasa dicuekin, jadinya ngomongnya jadi ngelantur kayak tadi, afwan ya…kamu gak marahkan…?, please….” Ujarnya lagi padaku tanpa memberiku jedah bagiku untuk  menjawabnya.
“la ba’sa..afwan akhy..ana akhwat jadi ana sarankan bila tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tidak ada komunikasi diantara kita..assalamu ‘alaikum..” balasku sambil buru-buru menjadikan offline chat roomku meskipun aku belum menutup akun facebookku, dadaku berdegup kencang, khwatir bila dia menanggapinya kotor lagi, jujur sebagai seorang muslimah yg faham hukum, aku takut sekali dicaci orang apalagi sampai dimusuhi, “ya Allah semoga itu tidak terjadi” ujarku dalam hati, hingga beberapa saat kemudian aku dapati ada sebuah pesan masuk dikotak masuk facebookku, perlahan aku meng-klik pesan itu dan benar saja dugaanku, ternyata pesan itu dating dari ikhwah tadi “Abu Ammar Al-indonesy”, dengan sedikit agak gugup karena khawatir isinya adalah makian, perlahan kubuka pesan itu, namun ternyata semua diluar dugaanku, sebab yang terpampang diinboxku adalah sebuah kata-kata romantic yang disertai sebuah foto pria muda bersahaja dengan jenggot lebat menghiasi dagu dan separuh pipinya, berkopiah putih, memakai ghamis biru sambil menampakkan baris-baris giginya yang putih, “astagfirullah..siapa ini?,” ujarku dalam hati dengan dadaku yg semakin tidak menentu, aku sendiri tidak tahu apa penyebabnya, tetapi yg aku tahu bahwa rasa itu terbesit saat kupandangi beberapa lembar foto itu dengan berbagai pose, perlahan kubaca isi pesannya :
Assalamu ‘alaikum Warohmatullahi wabarokatuh, afwan ukhti..mungkin kalimat-kalimat aku tadi membuatmu marah ataupun tersinggung sehingga begitu cepatnya anti offline, jujur aku menyapa anti karena beberapa bulan terakhir ini ana selalu mengamati status anti, tautan dan catatan-catatan yg anti posting di facebook, aku sangat bersimpatik dengannya,sepertinya saat ini anti tengah berada dalam kebimbangan dan , afwan yah..bila itu benar, maka bisakah aku menjadi sahabatmu, aku siap mendengarkan keluh kesahmu, aku bersedia menjadi pelipur laramu, asal kau bias tersenyum, maka aku akan bahagia dengannya, aku mohon pada anti…, terimalah aku sebagai sahabatmu…, uhibbuki fillah sebab anti adalah saudara ana. Oh ya, mungkin sudah jelas nama ana bagi anti-kan?, tapi itu kuniyah ana, saat ini usia ana 28 tahun, dan nama asli ana Nurdin, kalau anti lebih muda usianya dari ana maka panggil aja ana kak nurdin, thayyib..?, syukran sebelumnya..wassalam
Begitulah pemilik akun fb “Abu Ammar Al-indonesy” yang katanya memiliki nama asli nurdin masuk dalam kehidupanku.., jujur menerima pesan itu sebenarnya agak sedikit mengusik hatiku, sebagai seorang wanita dewasa yang begitu merindukan hadirnya pengayom bagi diriku kelak sebagai seorang suami, aku begitu memimpikan hadirnya sosok yang bersahaja seperti dia, tetapi sebagai akhwat aku m erasa malu bila begitu datangnya penawaran itu dan aku langsung memberikan respon harapan padanya, akhirnya malam itu aku jadi tidak bias terlelap, apalagi beberapa saat setelahnya ada 2 pesan lagi masuk keinbox fb-ku dan pengirimnya adalah sama, dengan isi pesan yang lebih romantic…, aku sendiri semakin luluh dibuatnya..tetapi hati kecilku masih saja menguasai nalarku hingga aku masih kuat dengan pendirianku, aku berusaha untuk tidak member jawaban apapun atas perhatiannya padaku..begitulah..akhirnya malam itu terjadilah perang dalam hati kecilku, hingga beberapa saat setelahnya aku dikagetkan oleh deringan HP ku, sebuh telepon yang ternyata dari seorang sahabat satu Liqo’ dengaku, Tia namanya, perlahan kuangkat teleponnya :
“assalamu a’alaikum..koq belum tidur sih say…”ujar tia dari seberang, memang dalam kesehariannya tia memanggil aku dengan sebutan say, aku sendiri gak tahu apa artinya dan aku tidak pernah menyainya
“wa’alaikumussalam…iya nih…belum bias terlelap.., banyak nyamuk-nyamuk nakal dimalam hari ini yang mengusik tidurku, anti sendiri kenapa belum tidur..tumben juga nelpon ana tengah malam begini..”jawabku perlahan
“oo..nyamuk beneran atau nyamuk karbitan yg berwujud manusia…, hehehe” ujarnya lagi dari seberang, aku sedikit agak kaget dengan tebakan sahabat Liqo’ku ini
“afwan ukhty, maksud anti?, ana gak faham…”tanyaku lagi
“hehehe..lewat say..gak usah dibahas.., oh ya aku nelpon anti mau nanya kabarnya, baik-baik kan..?, kalau ada masalah cerita dong…, kan kita sahabatan sudah lama., masa sih masih ada rahasia-rahasiaan..?” ujarnya merayuku agar mau berbagi dengannya
“gak koq..gak ada apa-apa..Cuma ada sedikit masalah..” jawabku
“masalah..?, masalah apa saying.., bukan masalah hatikan..?,hmmm..atau ada yang lagi fallin in love nih..hati-hati ya neng,,virus merah jambu mewabah..” ujarnya padaku, aku sedikit tersentak dibuatnya karena tia seolah bias membaca fikiranku, tapi ah…mungkin ini hanya kebetulan saja
“iyya nih..ada sesuatu yang lagi menggangu fikiranku, coba anti buka facebook anti dan search ikhwah dengan akun Abu Ammar Al-indonesy, olong bantu selidiki siapa dia ya.., please..soalnya dia berani mengsik ketenanganku” jawabku yang akhirnya terbuka dengan situasi saat itu.
“Abu Ammar Al-indonesy.., hmmm..sepertinya ana pernah dengar tuh nama…, bukan ikhwah alumni S-2 dari Malaisya ya..” papar tia menjelaskan, aku sendiri kaget dibuatnya sebab ternyata tia seperti mengenal ikhwah itu.
“gak tahu juga ukhti,,yang jelas ikhwah ini barusan mengganggu ana, mengirimkan foto segala..bahkan merayu lagi..”terangku lagi
“ehem..ehem..bagus tuh neng..antikan pernah bilang ke ana, bahwa anti memimpikan pendamping hidup yg kayak gitu, sekarang..begitu yang dinanti mulai nongol, eehhh anti malah gak respon…, pokoknya ana mendukung deh…” ujar tia padakumemberi motifasi, mendengar hal itu dahiku sedikit berkerut..ada tanda Tanya besar muncul dihatiku mengetahui sika tia malam itu, aneh..masa ada akhwat yang punya pemikiran kayak dia..
Demikianlah percakapan kami malam itu, meskipun semuanya diliputi kejanggalan, namun aku berusaha untuk memahaminya, sebab aku yakin tia adalah teman yang baik.
Pendnegar nurani yang budiman
Sejak malam itu hari-hariku mulai kurasakan berbeda, tapi perbedaan itu justru pada nilai-nilai yang positif, sebab aku jadi rajin Liqo’ dan mengikuti halaqah-halaqah ilmu, dan semua itu berkat motifasi dari ikhwah yang telah mengusik hatiku, siapalagi kalau bukan Abu Ammar Al-indonesy, entah apa motifasinya, yang pasti setiap hari dia mengayomi aku dengan cintanya, nasehat2nya begitu membuatku berkhayal hingga ketingkat tinggi, yaa Allah..andai aku memang berjodoh dengannya, maka satukanlah cinta kami berdua ya Allah.., satukanlah dalam ikatan pernikahan” pintaku dalam setiap doa-doaku
Alhamdulillah, berkat bantuan sahabatku tia yang mencari tahu siapa sebenarnya Abu Ammar Al-indonesy, membuatku semakin mantap untuk menata hati bersamanya, sebab menurut informasi dari sejumlah sumber yang berhasil didapatkan oleh tia, bahwa Abu Ammar Al-indonesy adalah seorang ikhwah S-2 alumni universias malaisya, dia juga adalah seorang pria mapan asal bandung yang saat ini sedang bekerja disebuah perusahaan swata syar’I terkenal dibandung, dan aktif diorgansasi dakwah disana, dan Alhamdulillah dengan informasi itu, tak lagi membuat aku was-was dalam bergaul dengannya, sebab aku yakin Abu Ammar Al-indonesy adalah lelaki yang isnya Allah baik untuk dunia dan akhiratku
Pendengar nurani yang baik
Hari-hari kami lalui dengan kebahagiaan layaknya sepasang muda-mudi yang kasmaran, setiap hari selain pesan-pesan hikamh yang dia kirimkan diinboxku, selalu ada saja kata-kata romantic  yang selalu membawaku melambung tinggi saat chatingan bersamanya, dan aku snediri seperi menajdi seorang penggila facebook, dengan kesepakatan yang telah terencana sebelumya, bahwa jam-jam chatingan kami adalah usai sholat shubuh, kemudian saat jelang dzhuhur dan usai sholat isya, alas an kak nurdin atau Abu Ammar Al-indonesy bahwa saat-saat itu waktunya lowong dan free aktifitas, dan disetiap ada kesempatan kami selalu bercengkrama meskipun hanya melalui dunia maya, berbagai perencanaan masa depan membangun keluarga kecil dengan rumah impianpun tak terlewatkan dari pembahasan kami disetiap chatingan, panggilan mesra dan sayangpun seolah menjadi biasa diantara kami, hingga suatu kesempatan saat usai melaksanakan sholat isya dan saat chatingan dengannya, kak nurdin atau Abu Ammar Al-indonesy menjanjikan aku sebuah janji yang kali ini tidak hanya membawaku kehayalan tingkat tinggi, akan tetapi mungkin jauh lebih tinggi dari yang dibayangkan orang-2, dimana dia meberiku janji untuk menghitbahnya bulan depan, bahkan untuk keseriusan janji itu, dia memintaku untuk meng-add sebuah akun facebook lain yang katanya adalah sepupu dan tantenya, yaitu akun “ukhti merah jambu dan akun Hanifa Ummu Khanza”, menurutnya kedua akun itu adalah milik keluarganya yang selama ini telah mengetahui hubungan kami, dan Alhamdulillah dnegan senang dan hati riang aku meng-add kedua akun itu…dan benar saja..dengan hanya hitungan waktu kamipun telah menjadi akrab, dan mereka begitu merespon hubungan yang telah terjalin diantara kami, kusaksikan pula bahwa di dinding facebooknya  kak nurdin atau Abu Ammar Al-indonesy, pemilik akun Hanifa Ummu Khanza menulis sebuah motifasi yang begitu membuat aku bahagia
“Nurdin..bagaimana persiapan walimahmu..lancar-lancar sajakan?, bagaimana dengan keluarga akhwatnya?, apa mereka sudah siap menunggu kehadiran kita sekeluarga dari bandung?” tulis Akun Hanifa Ummu Khanza didinding Abu Ammar Al-indonesy, dan beberapa menit kemudian tiba-tiba Abu Ammar Al-indonesy mengomentari pesan dinding itu.
“Alhamdulillah sudah mbak yu, semua sudah siap, mas burhan jadi dating kebandung kan mba?” koment Abu Ammar Al-indonesy
“insya Allah mas-mu dating koq..masa moment special begitu dilewatin, tenang aja, kamu siap-siap aja dengan mental menghadapi hari sacral itu” koment balasan Hanifa Ummu Khanza, dan saling mengomentari itupun menjadi berkepanjangan saat ukhti merah jambu dan beberapa akun lainnya turut memberikan ucapan selamat ke Abu Ammar Al-indonesy. Jujur mendapati semua itu bahagia rasanya hatiku.
Pendengar Nurani yang budiman
Waktu terus bergulir, hari berganti hari dan tanpa terasa waktu yang dijanjikan Abu Ammar Al-indonesy untuk dating bersama keluarga besarnya dari bandung menghitbah aku, semua keluarga telah aku beritahu dan telah berkumpul menantikan kedatangan mereka, hatiku sangat bahagia saat itu, aku bahkan tidak mampu melukiskan perasaanku saat itu, namun alangkah cemas hatiku manakala menyadari bahwa hingga pagi berlalu dan menjelang siang harinya, tak Nampak sedikitpun tanda-tanda kedatangan mereka, beberapa keluargaku juga sudah mulai pamit pulang karena harus menunaikan amanah yang lain saat itu, sementara kedua orang tuaku mulai menampakkan raut wajah kecewa mendapati semua itu, aku sendiri sudah mulai diliputi rasa khawatir bercampur malu manakala hingga ba’da ashar keluarga Abu Ammar Al-indonesy tidak kunjung tiba dirumah, “Yaa Allah ada apa ini?, apa ada kendala yang menyebabkan mereka tidak jadi dating?” gumamku dalam hati. Akhirnya untuk menutupi rasa kahwatir itu aku kembali mengambil laptop dan modemku untuk melihat perkembangan terkini dari kedatangan keluarga Abu Ammar Al-indonesy, dan b etapa jagetnya aku manakala mendpati kabar dari ukhti merah jambu bahwa Abu Ammar Al-indonesy mendadak sakit parah, dokter mendiagnosa penyakitnya adalah malaria, aku sedih saat itu, sebab mimpiku yang tinggal selangkah lagi harus berakhir dengan penantian yg enah kapan berakhirnya, namun sebuah kesyukuran buatku sebab ditengah kekalutan itu Hanifah Ummu Khanza dan Ukhti merah jambu selalu menguatkan hatiku agar selalu bersabar, dan Alhamdulillah aku mampu melewati semua itu, beberapa pecan setelahnya kulihat status Abu Ammar Al-indonesy yang selama ini tak pernah di update lagi kini akhirnya sudah terpampang status terbarunya “Alhamdulillah sembuh juga, Allah begitu saying padaku, semoga sakit ini bias menghapus dosa-dosaku, aamiin” itulah status terbaru Abu Ammar Al-indonesy yang kemudian dikomenatri oleh ukhti merah jambu dan Hanifa Ummu Khanza “Alhamdulillah..”
Pendengar Nurani yang baik
Saat ada kesempatan setelah beberapa pecan sembuhnya Abu Ammar Al-indonesy dari sakitnya, aku kembali menta’kid kesempatan merekaa untuk dating kerumah untuk melanjutkan pembicaraan yang semapat terputus kemarin yakni dating menghitbah aku, tapi pertanyaan itu tak kunjung mendapat jawaban, hingga beberapa saat setelahnya, muncullah status terbaru Abu Ammar Al-indonesy
“Yaa Allah, cobaan apalagi ini, ibuku mendadak masuk rumah sakit kena serangan jantung, padahal semua sudah siap-siap pada rencana walimahku, ada apa ini?, yaa Allah mudahkanlah Urusan ini, dan berikan kesembuhan pada ibuku, aamiin”
Dan beberapa saat setelahnya kembali ukhti merah jambu dan Hanifa Ummu Khanza mengomentari statusnya yang kemudian disusul oleh beberapa akun lainnya, yaa Allah ada apa lagi ini?, mengapa rencan mulia ini begitu mengalami banyak kendala?, mudahkan ya Allah..satukan kami dalam ikatan suci ini dibawah naungan ridha-Mu, aamiin..” pintaku dalam kesedihan, dan mendapati semua itu aku berusaha memahamkan kedua orang tuaku untuk bersabar dari semua itu, dan Alhamdulillah mereka memahami meskipun diwajah mereka tersirat kekecewaan. Aku sendiri merasa bersyukur karena sahabat Tia sahabat Liqo’ku selalu mendukung dan menghibur hatiku yang tengah dirundung kesedihan itu, tia juga selalu meyakinkan aku bahwa bila berjodoh pasti Abu Ammar Al-indonesy dan keluarganya akan tetap dating kerumah menemui orang tuaku dan menuanikan janjinya, dan aku sangaat bersyukur mendapat sahabat sebaik dia
Pendengar Nurani yang baik
Demikianlah, sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh..dan serapat-rapatnya kita menyembunyikan bangkai yang busuk pasti akan tercium juga, Alhamdulillah Allah masih saying padaku dan mengabulkan doa-doaku, semua terkuak saat usai Liqo’, aku, nia, tia dan 2 orang teman Liqo’ku kuundang untuk makan siang dirumah, yang kebetulan pagi harinya mama mengadakan pertemuan dengan beberapa koleganya dan dijamu makan ala kadarnya, moment yang samapun aku buat untuk sekedar mengundang teman-teman Liqo’ku singgah sementara dirumah dan mencicipi makan siang hari itu, semua berjalan terkendali, hingga beberapa saat setelah makan, tia meminjam laptop dan modemku dengan alas an untuk browsing beberapa materi kuliahnya, dengan senang hati aku meminjamkannya laptop dan modemku, tetapi entah sengaja atau tidak, tia meminta izin padaku untuk memakai laptopku diteras rumah, alasannya udara diluar lebih segar dan tidak pengap, sedangkan nia danbeberapa teman lainnya sudah izin pulang karena ada urusan yang tidak kalah penting, sementara aku sendiri sibuk merapikan bekas-bekas makan siang kami, tak ada yang kurasakan saat itu, hingga akhirnya ketika segalanya kuanggap bersih maka aku bergegas kedepan rumah menemui tia yang sedang sibuk main internet di teras rumahku, tersentak kulihat gelagat tia saat itu, kulihat juga wajahnya memerah..entah apa yang terjadi dengannya saat itu, yang pasti aku sedikit melihat jelas dari gerakannya, tia seperti seolah kaget dengan kehadirnanku dan buru-buru meng-close semua halaman yang dibukannya, tapi kejadian itu tak begitu aku responi mengingat tia adalah sahabat dekatku dan teman Liqo’ku, hingga beberapa menit kemudian tia bergegas permisi untuk kembali kerumahnya, kali ini aku merasakan ada sesuatu yang aneh darinya, sebab tia kelihatan seperti orang linglung. Ada apa dengannya?, apa dia sakit..?. ya Allah bila dia sakit..sembuhkan yaa Allah.., dan istiqamahkan kami dijalan-MU, aamiin..” ujarku dalam hati mengantar tia hingga didepan pintu pagar depan rumahku, perlahan aku kemabali masuk kerumah, dan sebelum masuk kedalam rumah aku teringat laptopku yang berada diatas meja diteras rumah, bergegas kuhampiri laptopku yang masih menyala, kuperhatikan juga modemku masih connect dengan internet, perlahan aku membuka Mozilla firefox, dan membuka halaman facebookku, tetapi alangkah kagetnya aku mana kala mendapati bahwa begitu halaman facebook telah aktif, ternyata sebuah akun yang tidak asing bagiku terpampang jelas dihadapanku, ternyata sipemilik akun lupa keluar secara prosedur sebelum menghentikan akun facebooknya, tetapi sipemilik akun ternyata langsung keluar dengan meng-klik  close pada halaman Mozilla sehingga akun yg sebelumnya terbuka secara otomatis hanya menutup smentara, jujur melihat kenyataan itu dadaku berdegup kencang, air mataku seolah mau menetes..aku sangat kecewa, sebab akun yang ada dihadapanku saat itu adalah akun milik Abu Ammar Al-indonesy, yaa Allah apa maksud dari semua ini?, apakah Abu Ammar Al-indonesy baru saja dating kerumahku dan menggunakan laptopku?, ah tidak mungkin, sebab jelas sekali bahwa hari ini laptop tidak berpindah  tangan kepada siapapun hingga beberapa menit yang lalu dipinjam oleh tia?, apakah Abu Ammar Al-indonesy dating kerumah ini tadi menemui tia dan dia tidak membertahuku..?, ah tidak mungkin, ini tidak mungkiiiinnnn…” ujarku dalam kebimbangan yang mulai diliputi oleh rasa sedih, kutatap sekali lagi akun yang terpampang jelas dihadapanku itu, dan perlahan kubuka inbox dari akun Abu Ammar Al-indonesy, kulihat begitu banyak pesan-pesan masuk dari sejumlah akun milik akhwat yang entah siapa mereka, yang jelas begitu kuamati dengan seksama, ternyata akhwat-akhwat pemilik akun itu memiliki nasib sama sepertiku, dirayunya, dimanjanya dengan kalimat-kaliamt mesranya dan dijanjikan akan dikhitbah dan membina rumah tangga yang sakinah, hatiku hancur kala itu, mana kala mengetahui dan mulai sadar bahwa ternyata selama ini aku telah ditipu  mentah-mentah oleh pemilik akun Abu Ammar Al-indonesy, dan yang lebih membuatku bersedih adalah ternyata pemilik akun itu adalah tia, sahabat dekatku selama ini, bahkan temana Liqo’ku yang sudah hampir 2 tahun sama-sama denganku dalam mempelajari ilmu syar’I, lalu mengapa ia tega membohongi aku seperti ini?, mengapa?, mengapa tia tega melakukan semua ini padaku dan sejumlah akhwat lainnya?, apa misisnya?, apa dia memiliki kelaianan?, ah tidak mungkin.., ini tidak mungkin, sebab selama ini tia tidak pernah member sinyal-sinyal demikan dihadapanku, semuanya normal-normal saja…
Pendengar Nurani yang budiman
Hatiku sakit dan hancur saat itu, aku kecewa..apakah ini balasan atas lemahnya fondasi imanku?, sehingga begitu lemahnya bermudah-mudah dihadapan ikhwah yang meskipun aku telah menyadari bahwa ikhwah itu hanyalah ikhwah gadungan..lalu siapa Ukhti Merah Jambu yang selama ini mengaku sebagai sepupunya?, lalu siapa pula Hanifa ummu Khanza yang mengaku tantenya Abu Ammar Al-indonesy, apakah dibalik semua ini ada beberapa oknum yang bermain?, ya Allah tolonglah hamba dalam menguak tabir ini, selamatkan aku yaa Allah..tolonglah hamba…”pintaku dengan deraian air mata dihadapan laptopku, akhirnya aku berinisiatif untuk tetap membiarkan akun facebook Abu Ammar Al-indonesy palsu itu di Mozilla firefox dan aku membuka google croome yang memang sudah terinstal dilaptopku saat itu untuk mengakses akun facebookku untuk mencari tahu kebenarnan ini, tetapi ku kembali dikagetkan dengan sebuah kenyataan yang menambah luka itu mana kala secara otomatis ketika google crome terbuka, sebuah akun facebook yang juga sangat aku kenal kembali terpampang dihadapanku yaitu akun Hanifa Ummu KHanza yang selama ini mengaku sebagai tantenya Abu Ammar Al-indonesy, yaa Allah..ternyata engkau begitu mencintaiku sehingga satu persatu semua engkau buka dihadapanku, terima kasih yaa Allah..”ujarku ditengah kepiluan yang tidak bias aku tahan lagi, dan aku sudah mulai yakin bahwa orang yang berada dibalik semua ini adalah tia, sahabt dekatku selama ini, sebab tialah orang terakhir yang memakai laptop dan modemku saat ini, dengan masih diliputi kesedihan, aku kembali berniat untuk membuka akun facebook dengan menggunakan opera yang memang juga sudah terinstal didalam laptopku, dengan harapan agar kali ini tidak ada akun yang terbuka lagi yang bias menambah deretan bukti bahwa pelaku semua ini memang benar-benar hanya satu orang, tetapi lagi-lagi ketika aku membuka facebook di opera, kembali pemandangan yang tidak kuharapkan terpampang jelas dihadapanku, sebuah akun yang selama ini selalu menguatkan aku manakala harus memahami posisi dari Abu Ammar Al-indonesy yang selalu dirundung masalah sehngga belum bias menepati janjinya untuk dating menghitbahku, dan dialah ukhti Merah Jambu.., aku semakin sakit hati saat itu, air mataku menetes deras mengetahu semua itu, sebab selama ini ukhti merah jambu yang selalu kujadikan sebagai tempat curahan hatiku, dan dialah yang selalu memotifasi aku untuk terus menjadi muslimah yang baik, agar kelak aku akan mendapatkan pasangan hidup yang lebih baik…yaa Allah mengapa semua ini harus terjadi padaku, mengapa harus aku yang menjadi korbannya.., padahal semua kisah percintaan dan hubungan ini sudah aku sampaikan kepada orang tuaku, bahkan dengan semua ini mereka sangat merespon segalanya dan berharap bahwa semua ini tidak hanya sekedar mimpi belaka, apa yang harus aku lakukan saat ini?, apa…?, aku telah hancur.., lukaku terlalu dalam untuk berharap kesembuhan, aku malu pada diriku sendiri, dan aku malu pada semua orang apalagi terhadap mereka yang telah aku ceritakan semua ini…ya Allah…Ampuni aku..ampuni aku yaa allah…
Pendengar Nurani yang budiman
Demikianlah sekelumit kisah pedihku, bersama seorang sahabat yang tega mempermainkan perasaanku..yang begitu tega menyakitiku dengan caranya sendiri, aku sendiri bingung harus berbuat apa.., haruskah aku benci padanya?, haruskah aku menjauhinya?, atau haruskah aku memprotes semua ini padanya dan meminta jawaban atas semua ini, rasanya terlalu malu diri ini dihadapan Allah.., dan hingga hari ini, kisah ini baru kuceritakan kepada murobbiyahku, dan entah apa yang menjadi keputusannya, yang pasti aku telah kecewa..aku telah terluka..aku  masih tidak percaya bahwa ikhwah yang telah menggambarkan kebahagiaan berumah tangga yang bahagia bersamanya, harus mengahcurkan harapan itu dengan tamparan yang teramat keras…tapi ..ditengah kesedihanku mendapati semua ini, masih ada rasa syukur membenam dalam jiwaku, yaa sebuah kesyukuran karena Allah menunjukan cinta-NYA dengan menguak tabir yang selama ini  masih abu-abu dihadapanku, terima kasih yaa Allah..terima kasih….
Pendengar Nurani yang budiman
Kunasehati kalian dengan nasehat yang tulus dari hati yang paling dalam ini, hati-hatilah dengan facebook..jangan mudah percaya pada apa yang belum jelas adanya, dan jangan sekali-kali memebrikan hati dan cintamu utnuk seseorang yang hanya kau kenal lewat dunia maya, soal jodoh,,yakinlah akan keputusan Allah, sebab jodoh laksana rezki yang meamng sudah ada jatahnya untuk tiap-tipa kita, bersabarlah dalam penantian dengan fokus pada ibadah kepada-Nya, yakinlah bahwa pilihan Allah adala yang terbaik buat kita, dan apapun yang dikehendaki oleh Allah, pasti akan indah pada waktunya..aamiin..
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb

Silvia


Diposkan oleh Satrio Herlambang di 07:07  “Nurani” suara wahdah…